Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Open Day di Aula Utama FISIP pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini diisi dengan seminar nasional bertema “Masyarakat, Negara, dan Islam: Menata Masa Depan Kepemimpinan Publik Indonesia” sekaligus menjadi momentum pengenalan tiga program magister baru, yakni Program Magister Soisologi, Administrasi Publik dan Pemikiran Politik Islam.
Kegiatan tersebut dihadiri dosen, mahasiswa, sivitas akademika, dan tamu undangan dari berbagai unsur. Forum ini dirancang sebagai ruang akademik untuk membahas relasi masyarakat, negara, dan Islam dalam konteks kepemimpinan publik Indonesia.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UIN Bandung, Prof. Ahmad Ali Nurdin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan silaturahmi akademik sekaligus penanda hadirnya tiga program magister baru di lingkungan FISIP.
Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar, membuka kegiatan secara resmi. Ia berharap program magister baru tersebut dapat melahirkan lulusan yang berpikir inklusif, terbuka, dan mendalam, sekaligus menjadi ruang kajian tentang masyarakat dan negara dalam perspektif keislaman yang menjadi jati diri UIN Bandung.
Seminar nasional menghadirkan Prof. Komaruddin Hidayat sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian intelektual, memperluas cara pandang, dan membuka kemungkinan baru dalam memahami persoalan masyarakat.
Menurut Prof. Komar, kepemimpinan publik membutuhkan kemampuan membaca perubahan sosial, budaya, agama, dan politik secara jernih. Ia menilai Islam perlu dipahami sebagai nilai dan etika sosial yang mendorong keadaban publik, bukan semata-mata sebagai identitas formal negara.
Ia juga menyinggung pentingnya karakter moderat dalam pengalaman keberislaman masyarakat Indonesia. Berbeda dengan masyarakat yang tumbuh dalam situasi konflik berkepanjangan, Islam di Indonesia berkembang melalui jalur perdagangan, dakwah, dan interaksi sosial yang relatif damai.
Dalam konteks era digital, Prof. Komaruddin mengingatkan mahasiswa agar mampu merespons berbagai kritik terhadap Islam di ruang publik dan media sosial secara ilmiah, argumentatif, dan terbuka. Ia menekankan bahwa tradisi akademik harus dibangun melalui kemampuan berpikir kritis, bukan melalui sikap defensif yang menutup ruang dialog.
Diskusi seminar dimoderatori oleh Asep Muhamad Iqbal, Ph.D., Direktur Centre for Asian Social Science Research (CASSR) dan Ketua Program Magister Pemikiran Politik Islam. Pada bagian penutup, ia menegaskan pentingnya mahasiswa memperkuat tradisi akademik, membaca persoalan sosial secara luas, dan menggunakan pendekatan ilmu sosial-politik secara bertanggung jawab.
Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Asep Muhamad Iqbal, Ph.D., Dr. Endah Ratna Sonya, dan Dr. Abdal, sebagai ketua Program Magister Pemikiran Politik Islam, Sosiologi dan Administrasi Publik. Sesi ini membahas apa itu ketiga program magister tersebut dan mengapa penting bergabung di program ini. Talkshow berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dengan peserta.
Melalui kegiatan ini, FISIP UIN Bandung menegaskan komitmennya sebagai ruang akademik yang mendorong pemikiran kritis, pengembangan tradisi intelektual, dan penguatan kajian sosial, politik, dan keislaman. Open Day ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan program magister baru sekaligus memperluas kontribusi FISIP dalam membangun kepemimpinan publik Indonesia.
Penulis: Siti Nurhasanah dan Bimo Cahyo Ramadan
Editor: AM Iqbal